Kata-kata diatas adalah bagian dari kesan Prof Susilo ketika melepas (alm) DR.dr.Wadyo Adiyono SpOG.
Secara kasat mata Om Adiyono telah menjalani hidup sepenuhnya. Beliau bukan saja berkiprah di Semarang, tapi juga di tingkat nasional dan internasional. Beliau telah mengembara dan menimba ilmu ke berbagai negara. Dan selalu kembali untuk mengajarkannya kepada para muridnya.
Tentu sebagai manusia ,retak dan cacat adalah hal yang melekat. Semoga segala kesalahan beliau mendapat pengampunan dari Dia Yang Maha Pengampun.
Selamat beristirahat Om Adiyono
1 Comment »
Pada pukul tiga dinihari kemarin aku memberi senyum terbaikku untuk meyakinkan seorang bapak yang kebingungan, bahwa putrinya akan mendapat pelayanan yang semestinya dari RSDK.
“Saya belum mengurus Jamkesmas, tapi saya yakin pak dokter pasti bijaksana untuk tidak menambah beban keluarga kami. Saya hanya ingin putri saya kembali sehat.Tolong berikan obat paling manjur, dok.”
I’ve heard those line for thousand times. Kadang terasa meletihkan. Tapi kemarin aku sadar, adalah lompatan kepercayaan yang amat jauh bagi seorang pasien dari desa untuk mempercayai institusi kesehatan modern seperti Rumah Sakit. Dengan beragam kerumitan administrasinya. It’s part of our duty to keep that faith. So I keep smiling.
No Comments »
Sumpah mengandung makna yang suci. Besok saya akan disumpah (lagi). Apakah saya akan menjadi lebih suci ? Tidak tahu. Semoga lebih baik. Semoga lebih dewasa. Yang jelas ada tanggung-jawab yang melekat. Dalam berbuat. Dalam berkata-kata. Dalam berdoa.
2 Comments »
Kemudian daripada itu untuk membuat suatu pemerintahan negara Indonesia. Yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Sebaris kata-kata itu selalu menggema di otak saya. Apakah saya korban indoktrinasi Orde Baru ? Boleh jadi, karena semasa masih di SMP saya selalu menjadi petugas pembaca Pembukaan UUD 45. Terus terang barisan kata-kata tersebut lebih saya kenang ketimbang lantunan doa di upacara bendera. Apakah saya korban sekularisasi Orde Baru ? Tidak mengapa, karena bagi saya ‘kontrak sosial’ yang terbersit di benak para founding father kita itu sama indahnya dengan Piagam Madina.
Apa yang sebenarnya kita lindungi ? Menurut saya yang kita lindungi adalah asa bangsa ini. Asa untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga perdamaian dunia. Asa bangsa Indonesia tumbuh bersama kelahirannya sebagai masyarakat yang bermula dari imajinasi. Asa yang tetap berkecambah di tengah kemarau menghampiri.
No Comments »
Keseluruhan. Meluruh. Menggenapi. Menyatu. Terlengkapi.
Dalam masa-masa peralihan seperti ini saya memutuskan menulis lagi. Sekadar latihan agar mampu menyusun kata. Sekaligus berbagi pengalaman dan harapan. Sebab saya ingin kembali merasakan keutuhan. Yang hilang ketika benak saya mengembara sendiri. Pulang kembali ke pelukan kalian.
No Comments »